VIDEO TERUNGKAP! Kasus Penipuan Haji Furoda VIP Jadi Haji “Backpacker”, Sang Direktur Jadi Tersangka

Uncategorized11 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan penipuan ibadah haji furoda VIP menjadi haji “backpacker”.

Dalam kasus tersebut, satu orang yakni Direktur PT Musafir Internasional Indonesia berinisial SJA ditetapkan sebagai tersangka.

“Bahwa tersangka yang diamankan oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini juga dilaporkan di beberapa tempat, antara lain di Polda DIY,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/3/2024).

“Kemudian di Polres Malang Kota, kemudian di Polda Jawa Timur, kemudian di Polres Jakarta Pusat juga dilaporkan, kemudian yang dilaporkan di Polda satu lagi inilah yang oleh diungkap oleh Subdit Siber,” sambung dia.

Terungkapnya kasus itu berawal dari laporan korban yang mendaftarkan haji di PT Musafir internasional Indonesia dengan mengambil paket Haji Furoda VIP pada Oktober 2021.

“Pada tanggal 21 Oktober 2021 dan 22 Oktober 2021, korban melakukan pembayaran DP sebesar Rp60 juta untuk 2 calon jemaah. Pada tanggal 20 Maret 2023 korban mengirimkan uang sebesar Rp40 juta dan pada tanggal 21 Maret 2023 korban melakukan pelunasan sebesar Rp160 juta dengan total keseluruhan uang yang di kirimkan secara bertahap sebesar Rp260 juta,” katanya.

Korban kemudian dijanjikan tersangka akan diberangkatkan secepatnya, namun baru berangkat pada Juni 2023.

Baca juga: Sekjen Gerindra: Kata Siapa PDI-P Oposisi? Kalau Enggak, Bagaimana?

“Setelah sampai di Arab Saudi, ternyata Haji Furoda dan fasilitas lainnya adalah bohong belaka, dan korban ternyata menjadi Haji Backpacker. Ini isi laporan ya, dan harus mengeluarkan biaya kembali, penginapan dan biaya haji lainnya,” tutur Ade Ary.

Korban dijanjikan untuk mendapatkan fasilitas berupa penginapan 28 hari, tiket penerbangan pulang pergi langsung Jakarta-Saudi Arabia sampai hotel bintang 5 di Mekkah dan Madinah.

Baca Juga  Kawal Perolehan Suara Prabowo-Gibran di TPS, Relawan Luncurkan Aplikasi Suarapagi.id

“Ketika korban sampai di Mekkah, korban juga tidak mendapatkan fasilitas seperti apa yang telah
dijanjikan tersangka dan hanya mendapatkan gelang dan perlengkapan haji, seragam, kain ihram, mukena-kerudung,” ucap dia.

“Untuk fasilitas transportasi dan akomodasi korban selama di Mekkah, dicari sendiri oleh korban dengan mengeluarkan uang pribadi secara terus menerus sampai dengan ibadah Haji selesai dan pulang ke Tanah Air,” lanjutnya.

Baca juga: Tak Hanya Tiket Coldplay, Mahasiswi di Jaksel juga Sempat Terlibat Penipuan Paket Umrah

Ade Ary mengatakan, SJA juga menerima uang dari calon jemaah lain, namun calon jemaah tersebut
tidak diberangkatkan sampai dengan waktu yang telah dijanjikan.

Bahkan, uang yang telah dikirimkan para calon jemaah lain yang tidak diberangkatkan tidak dikembalikan.

“Kapan tersangka ini mulai menawarkan program ibadah Haji Furoda? itu sekitar tahun 2021, tersangka SJA ini mulai menawarkan program ibadah haji furoda melalui sebuah website. Website-nya adalah musafir internasional.com/public,” kata Ade Ary.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *