Redam Potensi Konflik pada Pemilu 2024, Polri Gelar Operasi Nusantara Cooling System

Uncategorized126 Dilihat

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Guna mengeliminasi terjadinya potensi konflik sosial jelang Pemilu 2024, Operasi Nusantara Cooling System (NCS) bakal mengedepankan upaya preemtif dan preventif.

Menurut Kepala Operasi NCS Irjen Asep Edi Suheri, operasi tersebut sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga Pemilu 2024 serentak agar masyarakat tak terpecah belah.

“Menindaklanjuti hal tersebut, Bapak Kapolri menerbitkan Surat Perintah, Sprin/2439/VIII/OPS.1.1/2023 tanggal 25 Agustus 2023 untuk melaksanakan Operasi Nusantara Cooling System sejak 11 September kemarin,” ujar dia, kepada wartawan, dikutip Selasa (3/10/2023).

Baca juga: Heru Budi Ingatkan Anak Buahnya Jangan Pamer Harta Kekayaan Jelang Pemilu 2024

Menindaklanjuti arahan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginginkan adanya kerja sama masyarakat dengan Polri dalam cooling system.

Agar persatuan dan kesatuan bangsa terjaga serta Pemilu damai dapat terwujud.

“Operasi tersebut untuk meminimalisir isu-isu provokatif berlatar belakang SARA, baik terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun di ruang siber,” ucapnya.

“Dengan mengutamakan tindakan preemtif dan preventif. Sehingga dalam operasi ini tidak ada upaya melakukan penegakan hukum (represif),” sambung dia.

Dalam pelaksanaannya, Operasi NCS terdiri dari empat satuan tugas (satgas) dan delapan subsatgas dibantu oleh Polda jajaran.

“Adapun tugas pokok Satgas Nusantara Cooling System meminimalisir isu-isu provokatif berlatar belakang primordialisme atau SARA dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif,” kata Asep.

Untuk sasaran Operasi NCS, yaitu potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata. Sedangkan untuk target operasi yaitu, orang, kelompok, tempat kegiatan dan benda.

“Selanjutnya untuk cara bertindak yakni melakukan deteksi, pembinaan masyarakat, patroli dialogis dan patroli siber, sosialisasi dan bantuan operasi,” tutur dia.

Tugas dari empat Satgas, lanjut Asep, yaitu Satgas Preemtif yang terdiri dari Subsatgas Intelijen dan Subsatgas Binmas melakukan tugas antara lain deteksi dini dan melakukan pendekatan dengan mitra dan para tokoh. 

Baca Juga  Lowongan Kerja Miniso Indonesia Minimal SMA/SMK, Pendaftaran Online

Sementara, Satgas Preventif yang memiliki Subsatgas Patroli Siber dan Subsatgas Patroli Dialogis Netizen melaksanakan tugas patroli Siber dan berdialog dengan netizen, influencer dalam menjaga kamtibmas yang kondusif.

Sedangkan untuk Satgas Humas, yaitu Subsatgas Penmas dan Subsatgas Multimedia memiliki tugas antara lain menyampaikan ajakan, imbauan, edukasi serta melakukan monitoring baik media sosial dan media mainstream. 

“Untuk Satgas Banops yaitu Subsatgas TIK dan Subsatgas Logistik melakukan dukungan teknologi, informasi dan logistik kepada Operasi Nusantara Cooling System,” ucapnya.

Baca juga: Bawaslu Minta Masa Reses DPR dan DPRD ke Daerah Tidak Dijadikan Sebagai Ajang Kampanye Pemilu 2024

Asep meminta Operasi NCS mendapat dukungan dari media massa dan masyarakat Indonesia untuk menghindari hal-hal yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. 

“Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk menghindari hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan, terutama yang dapat berpotensi konflik sosial, sehingga kita bisa mewujudkan pemilu yang aman dan damai,” tutup dia. (m31)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *