Polsek Tambora Tangkap Pelaku Begal Handphone, Ternyata Sudah Lima Kali Masuk Penjara

Uncategorized12 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA – Tak jera keluar masuk penjara, AE kembali diciduk Polsek Tambora atas kasus pencurian dengan kekerasan di Jalan Sawah Lio, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (21/3/2024) lalu.

Penangkapan terhadap AE dilakukan setelah korban bernama AS melaporkan ke Polsek Tambora karena Hp nya merek Xiomi dibegal.

Kapolsek Tambora, Kompol Donny Agung Harvida mengatakan, AE merupakan otak dari aksi begal Hp yang terjadi di wilayah hukumnya.

Ia menjadi dalang serta kapten karena memang tubuhnya yang tinggi, kekar dan bertato ditakuti oleh rekannya.

AE membawa senjata tajam kecil bernama karambit dan satu rekannya membawa air soft gun.

Terhitung, kata Donny, sejak Januari 2024 lalu sudah lebih dari lima kali AE beraksi bersama dua rekannya.

Baca juga: Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Koboi Jalanan Bersenpi di Mampang, Korban Pekan Depan

“Jadi modusnya pelaku ini janjian COD sebagai pembeli Hp korban di Facebook. Setelah tempat telah disepakati antara korban dan pelaku, di situlah AE dan dua rekannya datang langsung begal Hp,” kata Donny, Sabtu (23/3/2024) malam.

Alumni Akpol 2010 ini melanjutkan, setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Tambora di bawah pimpinan Kanit Reskrim AKP Rahmat Wibowo langsung bergerak mencari pelaku.

Donny membeberkan, pihaknya mendapati keberadaan pelaku di sekitar Tamansari, Jakarta Barat.

Tak banyak kata, lanjut Donny, AE langsung ditangkap saat sedang ngopi di salah satu warung.

AE sempat mengelak, tapi Donny dan anak buahnya tak percaya begitu saja dan membawanya ke Mapolsek Tambora.

Baca juga: Tarif Tol Jakarta-Surabaya Hampir Rp 1 Juta, Berapa Tarif ke Yogya? Ini Rinciannya

“Akhirnya di Polsek dia mengakui perbuatannya dan kami masih masih mencari pelaku lain rekan dari AE yang saat beraksi membawa air soft gun,” tuturnya.

Baca Juga  Libatkan Anak Muda Tim TKN Fanta Prabowo-Gibran Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Meski demikian, Donny masih berusah mencari salah satu pelaku yang membawa air soft gun.

Sebab, AE dan rekannya diakui Donny tidak tinggal berdekatan sehingga polisi perlu mendalami dan mencari pelaku lain.

“Pelaku sudah lima kali diproses hukum, pertama tahun 2012 kasus pemukulan dipenjara selama lima bulan, 2016 kasus pencurian dengan kekerasan dipenjara delapan bulan, tahun 2017 dipenjara lagi kasus narkoba empat tahun, 2020 kasus penipuan di vonis delapan bulan dan terkahir 2021 kasus pencurian di penjara selama tiga tahun,” imbuhnya. (m26)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *