Pengakuan Warga Israel Dibebaskan Hamas Ketakutan akan Dibunuh Tentara Zionis

Uncategorized99 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM – Pada gencatan senjata antara Hamas dan Israel pada minggu lalu, ratusan sandera dibebaskan, terungkap warga Israel ternyata betah di Gaza.

Pengakuan jujur dari sandera warga Israel, mereka lebih aman dengan Hamas ketimbang dengan tentara IDF Israel, karena khawatir dibunuh. 

Mereka dengan jelas menyebutkan bukan Hamas yang menjadi kekhawatiran mereka dibunuh.

Tapi khawatir militer Israel sendiri yang membunuh saat mereka disandera.

Warga Israel yang diculik oleh Hamas khawatir mereka akan terbunuh oleh serangan udara dari negara mereka sendiri, dan kematian mereka kemudian akan disalahkan pada kelompok pejuang Hamas tersebut.

The Messenger dalam sebuah laporannya berjudul, ‘Sandera yang Dibebaskan: Kami Khawatir Israel Akan Membunuh Kami, Bukan Hamas’.

Baca juga: Berikut 11 Fakta Gencatan Senjata Zionis dan Hamas, Termasuk Saling Tuduh Penyerangan

Wanita itu berbicara dalam pertemuan antara Kabinet Perang Israel dan baru-baru ini membebaskan sandera dan kerabat orang lain yang masih ditahan.

Warga Israel yang diculik oleh Hamas khawatir mereka akan terbunuh oleh serangan udara dari tentara asal negara mereka sendiri, dan kematian mereka disalahkan pada Hamas, bukan pada militer pemerintah, kata seorang sandera yang dibebaskan mengatakannya pada hari Selasa (5/12/2023).

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu berbicara selama pertemuan sengit antara Kabinet Perang Israel dan baru-baru ini membebaskan sandera dan keluarga orang lain yang masih ditahan di Gaza, menurut situs berita Israel Ynet.

“Saya berada di sana dan saya tahu betapa sulitnya berada di tempat penyaderaan,” kata seorang wanita yang diculik dari kibbutz Nir Oz.

“Kami duduk di dalam terowongan dan kami sangat takut bukan kepada Hamas, melainkan Israel sendiri yang akan membunuh kami, dan kemudian Israel akan berkata, ‘Hamas yang membunuhmu.’”

Baca Juga  Ammar Zoni Ditangkap Polisi untuk Ketiga Kalinya, Baru Bebas dari Perkara Narkoba pada Oktober 2023

Wanita itu menambahkan: “Jadi, saya mohon sesegera mungkin untuk mulai menukar tahanan dan semua orang harus kembali ke rumah.”

Kabar Gembira dari Israel dan Hamas Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama Dua Hari (Dok. Kompas TV)

“Tidak ada prioritas. Semua orang penting,” katanya mendesak segera dilakukan pertukaran tawanan.

Wanita itu juga menggambarkan dirinya berada “di dalam rumah ketika ada penembakan di mana-mana,”.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *