Kapolri Respon Permintaan Tim Hukum Ganjar-Mahfud Hadirkan Dirinya di Sidang Gugatan Pilpres 2024

Uncategorized13 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi respons perihal permintaan pihak Ganjar-Mahfud MD agar hakim MK menghadirkan dirinya dalam persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).

Listyo Sigit menuturkan bahwa dirinya siap apabila dipanggil menjadi saksi dalam persidangan tersebut.

“Alhamdullilah, kalau nanti hakim MK mengundang, dengan senang hati kami akan hadir,” ujar dia, kepada wartawan, Selasa (2/4/2024).

Jenderal bintang empat tersebut turut berkomitmen untuk menaati aturan serta konstitusi.

“Kami akan taat terhadap aturan dan konstitusi,” ucap eks Kabareskrim itu.

Baca juga: MK Sudah Layangkan Surat ke Sri Mulyani dan Risma, Wajib Hadir dan Tak Bisa Diwakilkan

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya, tim hukum Ganjar-Mahfud MD bukan hanya menyeret Menteri Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Pihak Ganjar-Mahfud MD juga meminta hakim MK menghadirkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di tengah persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).

Hal ini terkait MK yang sudah menyatakan akan memanggil Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) serta 4 menteri kabinet Jokowi.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, seperti dikutip Tribunnews.com pada Selasa (2/4/2024).

“Kami sudah melayangkan surat ke MK ya bahwa di samping 4 menteri yang akan dihadirkan plus DKPP, kami juga akan meminta kepada Ketua Majelis untuk menghadirkan Kapolri pada sidang berikutnya,” kata Todung, kepada wartawan di gedung MK, Jakarta, pada Selasa (2/4/2024).

Baca juga: Tim Hukum Ganjar-Mahfud MD Seret Juga Kapolri di Sidang MK Gugatan Pilpres 2024

Todung menyebut, pihaknya sudah menulis surat untuk pengajuan permintaan MK untuk memanggil Kapolri ke dalam persidangan.

Alasan Tim Hukum Ganjar-Mahfud MD ingin Kapolri dihadirkan ialah karena menurut mereka Polisi banyak melakukan intimidasi dan kriminalisasi selama massa kampanye.

Baca Juga  10 Hari Jelang Pencoblosan, Ini Pesan Sandiaga Uno untuk Relawan dan Kader PPP

“Kenapa Kapolri? Karena nanti akan diperlihatkan, bahwa cukup banyak hal-hal yang menyangkut kepolisian, pihak polisi yang melakukan intimidasi, kriminalisasi, yang terlibat dengan ketidaknetralan dalam kampanye,” jelas Todung.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya ingin meminta Kapolri untuk memberikan penjelasan dan akuntabel terkait kebijakan-kebijakan dan perintah-perintah yang dilakukan.

“Karena tidak cukup hanya melihat soal bansos,” ucap Todung. (m31)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *