Inilah Hukuman bagi yang Sengaja Buka Puasa di Bulan Ramadan di Dunia dan Akherat

Uncategorized24 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Inilah hukuman dunia dan akhirat bagi orang yang sengaja berbuka di siang hari bulan Ramadan.

Dalam waktu seminggu lagi umat Islam akan menjalankan puasa Ramadan selama sebulan penuh. 

Sebelum menjalankannya sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan mengetahui hukuman bagi yang tidak melaksanakannya. 

Dikutip dari buku Sifat Puasa Nabi Muhammad, hukuman berbuka puasa dengan sengaja di akhirat ditunjukkan sesuai dengan hadits berikut:

Dari Abu Umamah Al-Bahiliy Radhiallohu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika aku sedang tidur, dua orang laki-laki medatangiku dan memegang kedua lenganku, membawaku ke sebuah gunung yang tidak rata, kemudian keduanya berkata, “naiklah”, aku katakan. “aku tidak mampu”, keduanya berkata, kami akan memudahkanmu”.

“Kemudian aku naik sehingga ketika sampai dipuncak gunung tiba-tiba terdengar suara yang keras.

Baca juga: Tips Menurunkan Berat Badan Selama Menjalankan Puasa Ramadan

Aku bertanya, “suara apa ini?”, mereka berkata, “ini adalah teriakan penduduk neraka”. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku mendapati orang-orang digantung dengan kaki di atas, rahang-rahang mereka robek dan mengalir darah darinya.

Aku bertanya, “siapa mereka?”, keduanya menjawab, “mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka.” [HR. An-Nasa’I dalam Sunan Al-Kubra, lihat Shahihut Targhib wat Tarhib]

Hukuman di dunia, jika dia tidak puasa karena menyakini tidak wajibnya puasa di bulan Ramadan maka hukumannya dia bisa terancam kekafiran karena puasa Ramadhan merupakan rukun Islam.

Ketika ia sengaja makan atau sengaja berbuka di siang hari Ramadan, ia wajib melanjutkan puasa atau tidak makan-minum sampai magrib meskipun sudah makan dan wajib bertaubat.

Apakah ia wajib mengqadha’ puasa apa tidak? Terdapat perbedaan pendapat ulama.

Baca Juga  10 Alasan Mengapa Perlu Mengonsumsi Jahe Secara Teratur, Salah Satunya Atasi Nyeri Haid

Pendapat pertama, wajib mengqadha.

Baca juga: Salah Kaprah Puasa Ramadan yang Sering Dilakukan, ini Penjelasan Ustaz Yulius Purnama

Al-Quffal berkata, “Dan barangsiapa yang berbuka di bulan Ramadan selain karena jima’ tanpa ‘udzur, maka wajib baginya mengqadha’ dan menahan diri dari sisa harinya.

Dalam hal ini, dia tidak membayar kaffarat (tebusan) namun dia dita’zir oleh penguasa (diberi sanksi yang pas menurut mashlahat yang dipandangnya).  Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Daud azh-Zhahiriy…” (Hilyah al-Awliyâ`:III/198)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *