Ganjar Terima Laporan Sejumlah Kepala Daerah Diintimidasi Aparat

Uncategorized94 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Calon presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mengklaim, bahwa timnya menerima aduan dari sejumlah kepala daerah yang mengaku diintimidasi oleh aparat keamanan terkait Pilpres 2024.

Para kepala daerah itu diintimidasi agar mendukung salah satu pasangan calon selain Ganjar-Mahfud.

“Ya sudah ada lah semua yang melapor dan kami tahu semua,” kata Ganjar di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Namun Ganjar tidak menjelaskan secara rinci mengenai bentuk intimidasi yang dialami oleh kepala daerah berdasarkan laporan yang diterima timnya.

Politikus PDI-P itu hanya menegaskan bahwa timnya sudah menerima laporan terkait hal itu.

“Sudah, benar (ada laporan),” kata Ganjar.

Baca juga: Kantor PDIP Solo Didatangi Polisi, FX Rudy: Tidak Wajar, Inilah Bentuk Intimidasi dan Intervensi

Mantan gubernur Jawa Tengah ini melanjutkan, tim pemenangannya sudah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawasi potensi terjadinya ketidaknetralan aparat.

Selain tim pemenangan, partai politik pengusung Ganjar rencananya juga akan membentuk satgas dan platform untuk menerima aduan tersebut.

“Sekarang partai-partai kita juga minta untuk membuat sargas itu dan kita akan buat nanti semacam nomor atau platform untuk masyarakat bisa mengadu sehingga kita bisa fair,” kata dia.

Baca juga: Termasuk DKI Jakarta, Bawaslu Rilis Lima Provinsi Paling Rawan Terjadi Intimidasi di Musim Pemilu

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang juga calon wakil presiden pasangan Ganjar, juga mengaku mendapat laporan terkait kecurangan Pemilu di lima provinsi. 

Kejadian dugaan kecurangan dilaporkan terjadi di Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Menurut Mahfud, laporan dugaan kecurangan kemungkinan terjadi di daerah lain.

“Sebagai Menko Polhukam, hari-hari ini saya mendapatkan berbagai laporan tentang dugaan kecurangan dalam tahapan pemilu,” ujar Mahfud dalam keterangan resmi pada Senin (13/11/2023).

Baca Juga  Habis Salat Jumat BEM SI akan Geruduk Istana Terkait Putusan MK, Polisi Kerahkan 1.611 Personel

Kode Alam



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *