Bila Golkar Diambil Penguasa, Parpol Lain Akan Memperkuat Tokoh Sentral

Uncategorized17 Dilihat

 

Laporan wartawan wartakotalive.com Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA — Desas-desus Presiden Jokowi akan menduduki posisi ketua umum Partai Golkar setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir semakin menguat.

Diketahui, partai Golkar akan menyelenggarakan musyawarah nasional (munas) pada bulan Desember 2024.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan apabila Presiden Jokowi bisa menjadi ketua umum Partai Golkar, maka bukan tidak mungkin partai politik lain yang memiliki tokoh sentral akan memperkuat tokoh sentral mereka.

“Kalau Golkar berhasil ditembus, bukan tidak mungkin partai terbuka seperti Golkar tidak lagi ada di Indonesia dan hanya tersisa partai-partai yang punya tokoh sentral saja. Dan mereka otomatis akan memperkuat tokoh sentralnya sehingga tidak direbut oleh penguasa,” ucap Hensat dalam keterangannya, Senin (18/3/2024).

Baca juga: Bila Golkar Diambil Penguasa, Parpol Lain Akan Memperkuat Tokoh Sentral

Hendri menepis pihak-pihak yang menganggap Presiden Jokowi tidak mungkin menjadi ketua umum Partai Golkar apabila mantan walikota Solo itu jadi bergabung. 

Menurutnya, dengan instrumen yang dimiliki, Presiden Jokowi bisa saja mengubah aturan dan tatanan yang selama ini berlaku di dalam internal Partai Golkar demi bisa merebut posisi ketua umum.

“Kalau kemudian ada yang mengatakan bahwa Jokowi tidak mungkin ambil alih kepemimpinan Golkar karena Golkar punya mekanisme, sudah punya tatanan, AD/ART, dan lain-lain tapi itu kan hanya level partai. Tatanan level negara saja selesai urusannya sama Pak Jokowi”, ungkap Hendri.

Baca juga: Golkar Minta Jatah 5 Kursi Menteri ke Prabowo, Demokrat: Kami Berpengalaman 2 Kali Bentuk Kabinet

Hendri menjelaskan bahwa apa yang terjadi dengan Partai Gokar dan ketua umumnya saat ini harus bisa dijadikan sebuah contoh kasus bagaimana sebuah organisasi partai politik mempertahankan AD/ART dan tatanan yang ada di partainya.

Baca Juga  Suasana Haru Pemakaman Zhafirah, Korban Erupsi Gunung Marapi yang Sempat Kirim Video Usai Letusan

 

Baginya, apabila partai politik sekuat Partai Golkar bisa dirongrong oleh penguasa, bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan partai terbuka di kemudian hari.

“Kalau Golkar berhasil ditembus, bukan tidak mungkin partai terbuka tidak lagi ada di Indonesia dan hanya tersisa partai-partai yang punya tokoh sentral saja. Sehingga tidak direbut oleh penguasa,” ujarnya.

“Pelajaran dari Golkar ini cukup besar bukan hanya Airlangga melawan Jokowi atau Airlangga melawan Munaslub, tapi bagaimana Golkar sebagai partai terbuka bisa menjadi contoh bahwa dirinya tetap terbuka dan menjaga AD/ARTnya secara sungguh-sungguh,” tutup Hendri.(m27



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *