Basri Baco Ingin Ridwan Kamil dan Zaki Bersaing secara Sehat utuk Dapat Kursi Cagub dari DPP Golkar 

Uncategorized32 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – DPP Partai Golkar rupanya memberikan mandat kepada dua kader untuk menjadi kandidat bakal calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta pada Pilkada November 2024 mendatang.

Kedua kader itu adalah Wakil Ketua DPP Golkar Ridwan Kamil dan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar.

Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco meyakini, ada alasan tersendiri DPP memberikan mandat itu kepada kedua kadernya. Baco optimis, DPP akan memberikan keputusan terbaik dalam menentukan salah satu dari kedua kadernya menjadi Bacagub DKI Jakarta.

“Jadi yang saya lihat DPP ingin ada kompetisi sehat, ingin melihat mana yang paling serius, mana yang paling ingin berjuang memajukan Jakarta, atau mana yang effort-nya paling kuat,” kata Baco pada Jumat (1/3/2024).

Baca juga: Disebut Bakal Maju Pilkada DKI Jakarta, Anies Pilih Tuntaskan Amanah Jutaan Orang

Baco mengingatkan, Golkar merupakan partai kader sehingga ada mekanisme yang harus dilalui bagi seseorang untuk diusung ke lembaga eksekutif.

Dia khawatir, jika ada kader baru yang tiba-tiba diusung ke tingkat eksekutif maka bisa merusak tatanan kaderisasi partai.

“Golkar ini partai besar, yang kadernya itu juga tidak sedikit tapi banyak, yang berkualitas juga banyak sehingga kalau yang kami usung harus kader yang baru saja bergabung. Sedangkan banyak kader-kader yang sudah berkorban dan mengabdi untuk Golkar, ini bisa sedikit merusak atau mengganggu hierarki dari konsolidasi organisasi yang ada di Golkar,” jelasnya.

Baco tak menginginkan, kader yang belum banyak mengabdi dan berkontribusi banyak pada Golkar, justru mendapat kesempatan di tingkat eksekutif. Apalagi jika namanya tak sesuai hasil musyawarah maupun rapat kerja partai.

“Pada prinsipnya semua dikembalikan kepada DPP karena kami yakin DPP punya pertimbangan yang lebih matang, dan lebih besar yang mungkin tidak bisa kami pikirkan dari pihak (Golkar) DKI Jakarta,” ucap Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta ini.

Baca Juga  28 Rumah di Jasinga Bogor Alami Kerusakaan Akibat Angin Puting Beliung

Jika berbicara survei, lanjut dia, bisa jadi tolok ukur menentukan tapi tidak menjadi hal yang utama. Terpenting, bagi Baco adalah kerja keras dari seorang kader bagi rakyat maupun partai.

“Kita lihatnya banyak contoh, calon-calon Pilpres kemarin saja ketika awal-awal surveinya tinggi, ketika Pemilu justru urutannya ketiga,” imbuhnya.

“Kita juga pengalaman zaman Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) ketika saat itu juga surveinya tinggi sekali sehingga Golkar menentukan (pilihan Pilkada DKI) pada Ahok. Faktanya yang terjadi, survei yang paling rendah yang jadi Gubernur (Anies Baswedan),” lanjutnya. 

Golkar DKI Salahkan Sahroni

Sebelumnya diberitakan, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) mengklarifikasi baliho bergambar dirinya yang bertuliskan ‘Otw Jakarta’ bukan bertujuan untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *