Apsifor Ungkap Kepribadian Ibu dan Anak yang Ditemukan Tewas di Cinere, Faktanya Bikin Sedih

Uncategorized128 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) mengungkap kepribadian ibu dan anak bernama Grace Arijani Harahapan (64) dan David Ariyanto Wibowo (38), dalam kasus kematian ibu dan anak di Cinere, Depok, Jawa Barat. 

Menurut Ketua Apsifor Nathanael Elnadus J Sumampouw, Grace hanyalah seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Adapun perubahan interaksi dialami Grace sejak suaminya meninggal dunia pada 2011.

“Bahwa kedua individu ini tinggal di rumah tersebut sejak tahun 1987 dan ada perubahan dalam relasi interaksi dalam keluarga pascameninggalnya suami kurang lebih tahun 2011, jadi sudah 12 tahun yang lalu,” kata dia, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2023).

Nathanael menyebut Grace dianalisis kepribadiannya lewat catatan yang ditinggalkan.

Polisi kembali menggelar olah TKP ke 4 kalinya di rumah dimana ditemukan jenazah ibu dan anak tinggal kerangka di Cinere, Depok, Kamis (14/9/2023). Olah TKP kali ini melibatkan para pakar Psikologi Forensik yang tujuannya untuk mengetahui pola hidup korban. Dari sana akan disimpulkan penyebab dan motif keduanya tewas (Wartakotalive.com/ M Rifqi Ibnumasy)

Lalu buku-buku yang dibacanya, gaya dan pola hidupnya serta pilihan makanan dan minuman.

“Kami menemukan adanya indikasi seseorang yang memiliki ciri kepribadian yang bisa kami sebutkan sebagai ciri kepribadian paranoid. Jadi penuh kecurigaan, ada penuh kecemasan, sulit relasi di lingkungan sosialnya dengan orang lain,” ujarnya.

“Kondisi ini diperburuk pascasuaminya meninggal, di mana sebelumnya suami sangat terlibat, banyak mendukung, memfasilitasi kebutuhan dan membantu dalam mengurus rumah tangga termasuk keuangan,” sambung dia.

Grace tak mampu menata hidupnya secara baik karena duka berkepanjangan usai suaminya meninggal.

“Ada indikasi ketidakmampuannya juga untuk mengorganisir kehidupan dengan baik, tidak mampu memilah mana yang penting mana yang tidak penting, sehingga ditegakkan ada indikasi yang kuat perilaku hoarding atau gangguan penimbunan pada yang bersangkutan,” ucapnya.

Penampakan rumah lokasi penemuan jasad ibu dan anak di Perum BCI, Cinere, Kota Depok pasaran rumah mencapai Rp 2,5 miliar
Penampakan rumah lokasi penemuan jasad ibu dan anak di Perum BCI, Cinere, Kota Depok pasaran rumah mencapai Rp 2,5 miliar (TribunnewsDepok.com/M.Rifqi Ibnumasy)

“Jadi secara umum, kami menemukan ada kondisi psikologis terkait dengan depresi, psikopatologis yang berkaitan gangguan psikologis dalam bentuk waham, dan juga kami menemukan ada indikasi yang cukup kuat berkaitan dengan symptom negatif yang bersangkutan, yaitu dia menarik diri, putus kontak sosial, kurang merawat diri, dan emosi negatif yang cukup intens,” lanjut dia.

Baca Juga  Mengintip Empat Tren Warna Cat Rumah untuk Membuat Ramadan 2024 Lebih Bermakna

Berikutnya David yang menurut Nathanael memiliki kepribadian yang tertutup hingga adanya kecemasan sosial.

“Nah, berikutnya adalah pada anak, yaitu saudara David. Kami menemukan ada indikasi yang kuat ciri kepribadian skizoid yang indikatornya adalah tertutup, menyendiri, adanya kecemasan sosial, ada kesepian, ada pasif dalam mengarahkan diri di lingkungan sosialnya,” katanya.

“Kami juga melihat dan menemukan adanya frustasi dalam kehidupan yang berkembang menjadi depresi, dan yang bersangkutan juga menyadari ada masalah, isu kesehatan mental dalam keluarganya. Baik dirinya maupun ibunya,” sambung Nathanael.

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Patologi Anatomi Guna Ketahui Penyebab Kematian 2 Jenazah Ibu dan Anak di Cinere



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *