Perusahaan Nikel Milik Anak Bangsa

Berita235 Dilihat

INFO NASIONAL — PT Ceria Nugraha Indotama (CERIA), adalah perusahaan pertambangan nikel penanaman modal dalam negeri yang dimiliki oleh anak bangsa. Perusahaan ini melaksanakan kegiatan pertambangannya mulai dari hulu yaitu eksplorasi dan eksploitasi, hingga hilir yakni pengolahan dan pemurnian bijih nikel, sesuai dengan amanat program hilirisasi mineral yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Group CEO CERIA Derian Sakmiwata mengatakan, sudah menjadi bagian visi dan misi CERIA untuk menyediakan produk nikel berkualitas tinggi. Juga memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dengan tetap mendukung lingkungan serta masyarakat setempat.

Pada 2011, CERIA diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk mengelola Blok Lapao-Pao yang berlokasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui proses lelang penetapan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). WIUP Blok Lapao-pao yang memiliki area seluas 6.785 hektar ini sebelumnya merupakan bagian dari area konsesi PT INCO (sekarang PT Vale Indonesia) yang dikembalikan kepada pemerintah pada tahun 2010.

Pihak PT Vale Indonesia juga telah melakukan survei pendahuluan dan eksplorasi di dalam Blok ini mengidentifikasikan adanya potensi kandungan nikel laterite di dalamnya.

Karena itu, sebagai pemegang izin WIUP Blok Lapao-pao akan berfokus pada praktik penambangan yang baik serta berkelanjutan, melalui penerapan teknis pertambangan dan konservasi mineral, mengaplikasikan teknologi pertambangan terkini, dan selalu memperhatikan lingkungan hidup beroperasi.

Dukungan pemerintah terhadap CERIA melalui pemberian status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), menjadikan kegiatan CERIA sejalan dengan program pemerintah untuk merealisasikan hilirisasi mineral di dalam negeri. Daerah tambang CERIA juga telah dicanangkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Saat ini CERIA memiliki 2.200 karyawan dan akan mempekerjakan hingga lebih dari 5.000 karyawan untuk mendukung kegiatan pembangunan serta pengoperasian pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel. Lokasinya yang strategis secara geografis, karena dikelilingi oleh beberapa sungai,
akses jalan provinsi, berbatasan langsung dengan garis pantai sehingga memungkinkan CERIA untuk memiliki 2 terminal khusus serta didukung oleh PLN dari sumber energi listrik terbarukan, diantaranya sumber utama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan sumber listrik terbarukan lainnya, seperti bayu dan biogas serta gas, sehingga CERIA menggunakan energi yang hijau dan bersih.

Baca Juga  Penyanyi Jazz Cici Sumiati Meninggal saat Manggung di Bandung, Atiek CB Berduka

Iklan

Memiliki tim yang berpengalaman dan berdedikasi tinggi, serta melaksanakan operasinya dalam kerangka Lingkungan Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang baik, CERIA siap menyediakan produk nikel rendah karbon berkualitas tinggi. Harapannya tentu akan dapat memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan berkontribusi untuk masa depan yang berkelanjutan ke arah ekosistem Electric Vehicle (EV) Battery.

CERIA pun sering mendapatkan penawaran kerjasama atau akuisisi baik dari dalam negeri maupun luar negeri, namun sampai saat ini belum menemukan skema kerjasama yang ideal sesuai visi misi perusahaannya.

Namun, Derian menegaskan, pihaknya ingin tetap mempertahankan posisi manajemen pengelola dan menjadi pemain di negeri sendiri.

“Sangat penting bagi anak bangsa untuk menguasai teknologi eksploitasi dan ekstraksi mineral sehingga dapat memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam, dalam hal ini mineral di dalam negeri,” kata Derian.

Dengan begitu, Derian melanjutkan, bumi pertiwi tidak hanya menjadi sumber bahan mentah atau bahan baku yang kemudian diekspor keluar negeri saja, tapi memproduksi barang hasil
olahan yang memiliki nilai tambah tinggi. “Diharapkan memberikan multiplier effect bagi kegiatan industri dan pendukung lainnya,” ujarnya. (*)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *